Menangkap Momen Lewat Smartphone Fotografi

Sebagai seorang Blogger, selain harus bisa menulis dengan baik dan benar juga dituntut memiliki skill tambahan seperti fotografi dan videografi yang mumpuni tujuannya agar informasi yang ingin disampaikan bisa lebih menarik dan informatif. Karena itu, Menurut hemat saya, paling tidak ada tiga skill yang wajib dikuasai seorang blogger yakni pertama, menguasai teknik dasar menulis. Kedua, menguasai teknik fotografi dan yang ketiga, teknik videografi. Kabar baik bagi Blogger bahwa kini semua bisa dilakukan hanya dengan menggunakan Smartphone.

Untuk meningkatkan kemampuan menulis, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan banyak membaca berbagai referensi baik dari buku, koran, majalah, dan Media Online, serta bahan bacaan lainnya. Membaca bagi seorang penulis khususnya Blogger merupakan Fardu A’in, sebagaimana kalimat bijak yang berbunyi “jika ingin pandai menulis maka rajinlah membaca, jika mau pandai berbicara maka rajinlah mendengarkan”.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kemampuan kita dalam teknik fotografi maupun videogarafi maka caranya adalah dengan belajar kepada mentor atau ahlinya, bisa melalui seminar, workshop, privat, atau pun belajar online. Tapi jangan lupa selain belajar, kita juga mesti meng-update dan meng-upgrade perangkat mobile yang kita miliki. Sehingga perpaduan antara skill dan gawai yang mumpuni akan menghasilkan kualitas gambar yang optimal.

***

Pada hari Selasa 28 Agustus 2018 yang lalu, Saya dan puluhan blogger mengikuti event Blogger Gathering yang diadakan oleh Viva.co.id di Bilangan senayan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah mini workshop Smartphone fotografi yang dibawakan oleh Mas Rino (Syahrino Putama), salah satu Tim Kreatif viva media #1Newstainment.

Selama hampir satu setengah jam Mas Rino berbagi pengalaman dan Tips seputar dunia smartphone fotografi. Ternyata, hanya dengan Smartphone kita bisa menjadi seorang Fotografer pro (profesional) dengan syarat memahami tekniknya.  Teknik dasar Fotografi dengan menggunakan Smartphone  atau kamera  DSLR tidak jauh berbeda, masih tentang bagaimana mengatur Iso, Shutterspeed dan Diafragma dan fitur-fitur pelengkap lainnya. Ada juga tentang komposisi, Rule of Third, dan cara pengambilan sudut foto (Angel).

 Segitiga Eksposure dalam Fotografi

  1. ISO adalah level sensitivitas kamera terhadap cahaya biasanya ditandai dengan angka. Semakin rendah angkanya maka semakin rendah tingkat sensitivitas cahaya, dan semakin tinggi angka maka semakin tinggi sensitivitas kamera. Tapi ingat, semakin tinggi ISO yang digunakan bisa menyebabkan noise atau titik-titik berwarnayang menimbulkan hasil foto kurang sempurna.
  2. Shutter Speed adalah Jarak waktu saat shutter kamera terbuka sehingga cahaya masuk dan mengenai sensor gambar. Shutter speeds biasanya dihitung per sekian detik. Shutter speed lambat biasanya digunakan pada pemotretan malam hari atau pemotretan minim cahaya. Sementara itu, shutter speed cepat cocok untuk menangkap momen dengan cepat.
  3. Aperture (Bukaan) adalah sebuah lubang kecil dalam lensa yang berguna menghantarkan cahaya masuk ke bodi kamera. Semakin besar lubang, semakin banyak cahaya yang masuk. Biasanya, aperture ditandai dengan huruf f dan angka atau biasa juga disebut juga focal ratio.

Kemampuan mengatur dan meyeimbangkan antara ISO, Shutter Speed dan Aperture (Bukaan) yang dalam dunia fotografi dikenal sebagai segitiga eksposure sangat mempengaruhi kualitas foto yang dihasilkan baik pada kamera Smartphone maupun kamera DSLR.

Komposisi

Komposisi diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam frame, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form , warna, terang dan gelap (Sanyoto, 2004). KOMPOSISI adalah susunan objek foto secara keseluruhan pada bidang gambar, sehingga objek menjadi pusat perhatian (FOI=Focus of Interest) (Veriasa, 2006).

Rule of Third

Dalam Komposisi ada yang dinamakan Rule of Third artinya menempatkan bagian paling menarik dari obyek di salah satu dari 4 titik perpotongan (pada bulatan warna merah. Bagian paling menarik dari obyek contohnya, mata.

Sumber foto: http://fotografi-dasar.blogspot.com

 

Langkah selanjutnya kata Mas Rino,sebelum terjun ke lapangan, seorang fotografer terlebih dahulu membuat konsep atau planning seperti tujuan mengambil foto, objek menarik apa saja yang bisa diambil, sudut pengambilan foto dan mode apa yang akan kita gunakan. Setelah memahami teknik, kesiapan perangkat dan konsep yang matang maka selebihnya adalah praktek, praktek, dan praktek sebagaimana kata orang Inggris, Practice makes perfect !!!

Untuk itu, menjelang magrib oleh Tim Viva kami pun diajak mengunjungi Kawasan Gelora Bung Karno Senayan yang mana di sana sedang berlangsung pertandingan Cabang olahraga Atletik Asian Games 2018. Sambil menyelam minum air, menonton sekaligus mempraktekkan smartphone Fotografi. Saya menggunakan kamera Samsung seri J6 dalam mengambil gambar. Dengan dukungan kamera depan 13 MP untuk dan belakang 8 MP maka hasilnya seperti foto-foto  bawah ini:

 

#VivalovaAsiangames2018#VivacoidxSamsung @viva.co.id

Related Posts

About The Author

13 Comments

  1. Dillia
    August 29, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      August 29, 2018
  2. Nadya
    August 30, 2018
  3. Nadya Ushwah
    August 30, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      August 30, 2018
  4. trisna
    August 30, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      August 30, 2018
  5. Sisca erika carolina
    August 30, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      August 30, 2018
  6. Amanda Hanifa
    August 30, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      August 31, 2018
  7. Rahmat
    September 29, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      September 29, 2018

Add Comment