LPPOM MUI ‘Dapur’ Halal Majelis Ulama Indonesia

Guys,  kalian pernah nggak didesak dan ditakut-takuti dengan kalimat seperti ini, “kamu jangan makan itu ada kandungan minyak/lemak babinya”  atau “jangan minum itu ada kandungan alkoholnya”,  jangan makan ayam goreng itu,  disembelihnya nggak pake bismillah dan banyak lagi kalimat terror lainya. Hehe..

Yang jadi masalah,  waktu itu,  kita tidak tahu apakah itu semua fakta atau mungkin mitos atau hoax semata. Celakanya,  produk yang banyak menjadi sasaran hoax kalau bukan mie instan ya ice cream dan permen.

Lalu timbul Pertanyaan, apakah benar produk-produk tersebut mengandung lemak babi atau turunan produk babi,  apakah label halal dikemasan produk bisa menjadi jaminan kalau produk itu benar-benar halal? Bagaimana caranya jika kita ingin mendapatkan sertifikasi halal?  Nah pertanyaan-pertanyaan itu kemudian terjawab saat saya mendapat kesempatan bertemu dan bertanya langsung dengan  ahlinya (pembuat sertifikat halal) di Bogor baru-baru ini.

***

Pada Selasa,  18 September 2018 kemarin, bersama sejumlah teman-teman blogger yang bergabung di Komunitas taudariblogger saya mengunjungi salah satu kantor Majelis Ulama Indonesia yang membidangi urusan sertifikasi Halal di Indonesia,  Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) yang terletak di Gedung Global Halal Centre, Jalan Pemuda No. 5 Kota Bogor.

Dalam kesempatan itu,  kami mendapat penjelasan secara detail tentang profil, latar belakang,  cara dan proses kerja sertifikasi halal.

Hadir sebagai narasumber antara lain Ibu Lia Amalia, selaku Ketua Divisi Sosialisasi dan Edukasi Halal LPPOM MUI, didampingi Hj. Osmena Gunawan selaku Wakil Direktur LPPOM MUI dan Ibu Nadia, selaku Kasubid Sosialisasi dan Edukasi.

Hj Osmena Gunawan (kiri) dan Ibu Lia Amalia

Sesi pembuka sekaligus perkenalan disampaikan oleh Ibu Lia Amalia. Dia mengatakan kalau LPPOM ini seperti Dapurnya sertifikasi halal. Tujuan kegiatan sosialisasi hari itu kata dia agar masyarakat khususnya blogger bisa mengetahui alur kerja sertifikasi halal. Dia bercerita mengenai pengalamanya diluar negeri yang sering menemui kendala,  yakni susah menemukan makanan halal jika pun menemukan restauran fried chicken, tetap masih meragukan,  halal apa tidak ya,  apakah ayam-ayamnya disembelih dengan cara islam (membaca basmalah) atau tidak.

Selain itu,  Dia juga sempat menyinggung istilah emulsifier atau zat pengemulsi,  sebuah zat bisa berasal dari nabati atau hewani yang biasa digunakan untuk tambahan pangan,  ini kadangkala masih menggunakan zat haram (babi dan produk turunnya). Karena itu perlu jeli dan waspada.

Selanjutnya profil dan cara serta proses setifikasi halal yang disampaikan oleh Ibu Nadya.

Untuk proses pengajuan sertifikasi halal sekarang ini sudah bisa melalui online. Caranya dengan masuk ke website resmi yakni www.halalmui.org. Di sana akan diarahkan cara dan syarat apa saja yang perlu dilengkapi saat mengajukan sertifikat halal.

Ibu Nadia dalam sesi sosialisasi dan edukasi halal

Menurut Ibu Nadia,  paling tidak ada 11 kriteria yang harus dipenuhi pemohon sebelum masuk ke proses selanjutnya. Nanti setelah lengkap,  dua orang auditor akan mendatangi perusahaan untuk mengecek dan mendata. Lantas,  berapa lama dan berapa biaya untuk mengurus sertifikat halal?  Ibu Nadia mengatakan,  lama proses rata-rata 60 hari kerja, bisa cepat bisa lama tergantung perusahaan itu sendiri,  begitu pun biaya masing-bisa berbeda setiap perusahaan.

Pada kesempatan itu,  Ibu Nadia juga menginformasikan sejumlah event yang akan dilaksanakan nantinya sebagai sosialisasi tagline Go viral,  Halal is my life diantaranya Halal Expo,  Olimpiade Halal,  Lomba Vlog-Blog dan banyak lagi acara lainnya.

Salah satu event yang akan dilaksanakan LPPOM MUI pada Bulan November 2019

Terakhir,  wawasan seputar lembaga halal yan disampaikan oleh Hj Osmena Gunawan.

Menurutnya, bekerja di LPPOM MUI ini ibarat adalah jihad yang tidak berdarah. Dengan mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya produk halal.

Dia mengajak kami untuk juga ikut serta menjadi duta halal di masyarakat,  dengan melalui tulisan blog menjelaskan pentingnya sertifikasi halal bagi sebuah produk atau usaha. Masyarakat harus diberi awarness atau kesadaran sebelum membeli produk apakah dikemasannya sudah tercantum label halal atau tidak. Apakah perusahaan tersebut sudah memiliki sertifikasi halal.

Dalam kesempatan itu,  dia mengusulkan dibentuknya komunitas Blogger Halal,  yang anggotanya nanti bertugas sebagai duta halal dimasyarakat.

Blogger Halal sebagai Duta Halal

Mas Nashih Ulwan memberi penjelasan soal uji lab produk pangan dan non pangan

Terakhir dan sebagai penutup,  kami diajak mengunjungi laboratorium tempat uji bahan atau produk pangan dan non-pangan.

Di sana ada M Nashih Ulwan,  salah satu petugas uji laboratorium yang memandu dan memberi penjelasan seputar cara kerja dia dan timnya.

Kata dia,  uji lab hanya salah satu bagian dari berbagai tahapan dalam proses sertifikasi halal.

Ratusan produk atau bahan setiap bulan timnya uji. Butuh waktu untuk menentukan sebuah produk/bahan apakah mengandung zat haram atau tidak.

Saat ditanya apa suka duka bekerja dengan dilab,  Ia dengan tersenyum mengatakan, dukanya bila Dia harus beberapa kali harus mengganti pakaian yang terkena barang haram.

Kesimpulan hari itu,  saya akhirnya lega karena ternyata apa yang selama ini saya khawatirkan soal halal haram ternyata tidak benar, saya juga akhirnya tahu proses bahwa proses sertifikasi halal itu ternyata tidak mudah, karena telah melalui proses lama dan panjang,  dengan berbagai uji baik secara syariah maupun secara science (uji lab). Kita diajak untuk jeli melihat Produk-produk di pasaran apakah sudah berlabel halal apa belum, masih banyak produk dan restauran yang belum berlabel halal di tengah masyarakat.

Nah,  bagi kalian yang masih bingung apakah produk tertentu halal atau tidak,  atau mungkin kalian yang punya produk ingin mendapatkan label halal, kalian bisa mengunjungi alamat website LPPOM MUI atau bisa menghubungi langsung kontak centernya yang tertera di bawah ini. Sekian, semoga bermanfaat ya…

Related Posts

About The Author

Add Comment