Dia Taklukkan Pulau Jawa Dengan Modal Dengkul (gowes)

Orang ini baru saja menaklukkan Pulau Jawa dengan bersepeda sejauh 2727 kilometer selama 24 hari pada bulan November-Desember 2017 lalu. Orang ini akan berbagi sedikit pengalamannya selama Tur..

Baginya,  pengalaman menyusuri jalan raya pantura begitu berkesan.  Dia berada diantara 400 goweser bertungkus lumus, menguji nyali,  mental serta fisik hingga pada batas tertinggi yang bisa dilakukan manusia… Dan menurutnya,  semua berjalan lancar dan sukses baik pergi maupun pulang.

Dia bercerita,  sepanjang perjalanan,  setiap start dan  pemberhentian etape,  para goweser mengumandangkan lagu Indonesia Raya 3 stanza di hadapan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat, antara lain Bupati, Camat,  Lurah,  Kapolres, Koramil dan pejabat lainnya.  Selain itu,  peserta juga senantiasa menyanyikan lagu gembira yang membangkitan  semangat dan pelepas lelah. Contohnya, lagu ciptaan Presiden RI pertama,  Soekarno, berjudul “Bersukaria” ,   lagu Ibrani “Hava Nagila” ,  dan lagu “Sorak-sorak Bergembira” .

Sepanjang perjalanan dia menikmati  indahnya pemandangan pantai utara pulau jawa, disambut lambaian tangan warga dan tatapan ratusan mata, terkadang mereka di guyur hujan lebat,  dipapar panasnya terik mentari, tapi itu semua  tidak mengurangi semangatnya.

Rasa bahagia selalu terpancar diwajah-wajah para goweser yang menamakan dirinya Assosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA), saat itu,  dia terus terang mengaku kelelahan namun  semua terbayarkan oleh pengalaman indah, dan suasana hangat diantara peserta Tim goweser.

Yang paling memberi kesan tatkala dia harus mengayuh sepedanya melewati tanjakan maut Alas Roban (Hutan Jati),  yang berada di antara Kabupaten Batang dan Semarang, lumayan melelahkan,  turunannya pun curam membangkitkan adrenalin,  beberapa peserta terjatuh karena tidak mampu mengendalikan ‘kuda besinya’,  bersyukur dia bisa lolos di tantangan ini.

selesai?  Belum… di depan mereka masih ada beberapa jalur menantang lainnya yang tak kalah hebatnya, yakni tanjakan Paiton,  dan Alas Baluran,  Situbondo,  kata dia,  Ini baru tanjakan,  Alas Roban pun kalah,  bukan hanya dengkul,  jantung pun bekerja sangat keras kala itu, meski begitu,   semangat para goweser tetap berapi-api menuntaskan perjalanan ke titik 1000 km, jalan raya Daendels,  Tepatnya di Panarukan,  Situbondo.

Dia mencetak sejarah bagi dirinya dan Komunitasnya… 

Keesokan harinya,  Perjalanan dilanjutkan ke arah  Banyuwangi sampai diujung Pulau Jawa Malam hari,  esok hari perjalanan dilanjutkan ke arah titik nol kilometer yang berada di Pantai Anyer,  Banten,  melalui jalan yang sama yang telah mereka lewati beberapa hari sebelumnya. Bersambung…..cekidot Youtubenya di sini

Related Posts

About The Author

2 Comments

  1. Titim Nuraini
    July 20, 2018
    • hattamksr@gmail.com
      July 20, 2018

Add Comment