Cantik Luar Dalam itu Seperti Apa sih?

Perempuan  adalah makhluk terindah yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Hawa diciptakan untuk mendampingi Adam memakmurkan bumi, Cleopatra di Mesir terlahir untuk menjadi wanita yang penuh pesona. , Raden Ajeng Kartini dilahirkan sebagai wanita pejuang emansipasi di Indonesia, Margaret Thatcher, Lady Diana  dan banyak lagi wanita hebat lainnya. Mereka adalah wanita kuat dan berpengaruh, namun tahukan anda bahwa ternyata wanita juga adalah makhluk paling lemah di dunia yang rentan terserang penyakit, salah satu yang paling mematikan adalah Kanker Serviks atau biasa dikenal dengan sebutan kanker mulut rahim. Seperti apa kanker serviks, apa penyebabnya dan bagaimana mencegahnya? Berikut penjelasannya.

Selasa, 27 Maret 2018 kemarin, saya menghadiri Talkshow yang mengangkat tema “Hidup Sehat, Mencegah Kanker Serviks” yang diadakan di Kantor Medfit Jalan Raya Musi Cideng No.15 jakarta Pusat.

Ada tiga Materi yang dibahas yang semuanya berkisar tentang pemahaman Kanker Serviks, dari sisi penyebabnya, juga cara mencegahnya.  Mengundang tiga narasumber kompeten dibidangnya antara lain dr Ferri Darmawan,  Ahli Ginekologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dr Sophia Hage dan Ahli Nutrisi Jocelyn Halim.

Pada presentasi pertama, dr ferry menjelaskan seputar kanker serviks, penyebabnya dan cara mencegahnya. Mengawali presentasinya dia mengemukan pertanyaan pada audiens, “wanita yang cantik luar dalam itu seperti apa”?  lalu ia memberikan contoh apa yang dialami Julia Perez yang meninggal gara-gara terserang Kanker Serviks stadium 4. Apa yang terjadi pada Jupe hanya ibarat puncak gunung es, masih banyak kasus serupa terjadi di masyarakat yang tidak terekpos. “jangan lagi ada Jupe-jupe lain di Indonesia,” harap dr Ferry.

Serviks atau mulut rahim adalah organ bagian leher rahim wanita sebagai organ vital yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Seperti yang ada pada gambar di bawah ini:

Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah sejenis kanker yang menyerang serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) salah satu jenis virus ganas. Penyakit ini telah menjadi pembunuh nomor satu di dunia dan nomor dua di Indonesia. Menurut  badan kesehatan dunia WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker serviks di Indonesia menjadi 7 kali lipat.

“Setiap jam satu orang perempuan Indonesia meninggal karena Kanker Serviks,” ujar dr Ferry mengutip data dari Globocan, sebuah Badan Peneliti Kanker Dunia dibawah World Health Organization (WHO).

Menurut dr  Ferry, ada empat prilaku sebagai faktor resiko pemicu kanker serviks pada wanita seperti hubungan seks usia dini, seks bebas (free sex), banyak anak dan merokok. Kemudian bagaiamana cara mencegahnya, selain menghindari faktor resiko tadi, para wanita harus melakukan tes IVA atau Papsmear secara rutin serta vaksinasi HPV. Vaksinasi sudah bisa diberikan pada wanita usia 10 tahun ke atas.

“Vaksinasi HPV sudah dapat diberikan pada perempuan mulai dari anak perempuan usia 10 tahun hingga perempuan usia 55 tahun” (Rekomendasi dari Ahli HOGI- Himpunan Obstetri Ginekologi Indonesia dan IDAI-Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Presentasi selanjutnya oleh dr Sophia Hage. Mengawali presentasinya, Dia mengutip data Depkes yang menyebutkan bahwa faktor peyebab kanker antara lain obesitas, kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktifitas fisik, merokok, konsumis minuman beralkohol secara berlebih. Masih menurut data tersebut, bahwa lebih dari 30 persen penyakit kanker dapat dicegah secara dini.

Guna mengurangi resiko terserang penyakit seperti kanker dapat dilakukan dengan latihan fisik secara rutin. Bedakan antara aktifitas fisik dengan latihan fisik. Jika Latihan fisik itu ada frekuensi, intensitas, waktu dan jenis latihan sedangkan aktifitas fisik tidak. Mencuci, jalan-jalan ke mall, mengurus anak dan berbagai aktifitas rumah tangga lainnya adalah contoh aktifitas fisik bukan latihan fisik.

Latihan fisk yang bisa dilakukan antara lain aerobik, jogging, berlari, berenang, dan banyak jenis olahraga lainnya. Waktunya minimal 30 menit per sesi latihan, dianjurkan lima kali latihan dalam seminggu.

Akhir sesi disampaikan ahli nutrisi lulusan University of Sidney, Australia Jocelyn Halim. Untuk sehat, kata Joce penting untuk memperhatikan berat badan dengan mengukur Body Mass Index (BMI), yakni berat badan (kg) dibagi dua kali tinggi badan (m) jika hasilnya angka normal BMI adalah 18,55 – 22,9. Selain itu, pentingnya memperhatikan pola makan yang sehat dengan banyak makan sayur dan buah.

ki-ka (dr Ferry, dr Bimantoro, dr Sophia dan Jocelyn) saat Talkshow “Hidup Sehat, Cegah Kanker Serviks” di Jakarta, Selasa (27/3)

aplikasi Penyedia layanan Vaksinasi ke Rumah bernama Prosehat bisa diunduh di Google Play dan App Store

Related Posts

About The Author

Add Comment